Bab 33
Materi Tata Bahasa: Minna no Nihongo 2 (Bab 33) - Pelajaran 33
Berikut materi tata bahasa (Bunpo) lengkap untuk bab ini. Yuk pelajari rumus pola kalimat, penjelasan, dan contoh penggunaannya secara bertahap!
Pola Kalimat dari 6
1
Bentuk Imperatif (Perintah) dan Bentuk Larangan
RUMUS / POLA KALIMAT:
Bentuk Imperatif / V-Kamus + な (Larangan)
PENJELASAN PENGGUNAAN:
BENTUK IMPERATIF (命令形) & BENTUK LARANGAN KERAS (禁止形 〜な)
Bentuk Perintah (命令形)
:
G1: V-e | G2: V-ろ | G3: しろ / 来い
(Lakukan! / Cepat...!)
Bentuk Larangan (禁止形)
:
Kata Kerja Bentuk Kamus (辞書形)
+
な
(Jangan lakukan! / Dilarang...!)
💡 Digunakan untuk mendesak tindakan secara paksa/tegas dalam keadaan darurat, komando instruksi kerja/pabrik, sorakan olahraga, rambu tertulis, atau percakapan akrab sesama pria.
Contoh Perintah: 危ない!早く 逃げろ! (Bahaya! Cepat lari/selamatkan diri!)
Contoh Larangan: その 機械に 触るな! (Jangan sentuh mesin itu!)
Contoh Larangan: その 機械に 触るな! (Jangan sentuh mesin itu!)
📊 Tabel Pembentukan Konjugasi Perintah (命令形) & Larangan (禁止形)
Perubahan bentuk kata kerja berdasarkan kelompok golongan verba (Kelompok I, II, dan III).
| Golongan Kata Kerja | Bentuk Perintah (命令形) | Bentuk Larangan (禁止形) |
|---|---|---|
|
Golongan I (Vokal u → e) |
Ubah bunyi akhir baris -u menjadi -e: • 逃げます (G2) / 走る → 走れ • 守る → 守れ (patuhilah!) • 止まる → 止まれ (berhentilah!) • 急ぐ → 急げ (cepatlah!) • 待つ → 待て (tunggulah!) • 触る → 触れ |
Bentuk Kamus + な: • 走る + な → 走るな (jangan lari!) • 騒ぐ + な → 騒ぐな (jangan ribut!) • 触る + な → 触るな (jangan sentuh!) • 入る + な → 入るな (jangan masuk!) • 休む + な → 休むな (jangan istirahat!) |
|
Golongan II (Buang る → ろ) |
Ganti akhiran る menjadi ろ: • 逃げる → 逃げろ (larilah!) • 諦める → 諦めろ (menyerahlah!) • 止める → 止めろ (hentikan!) • 投げる → 投げろ (lemparkan!) • 食べる → 食べろ (makanlah!) |
Bentuk Kamus + な: • 逃げる + な → 逃げるな (jangan lari!) • 諦める + な → 諦めるな (jangan menyerah!) • 捨てる + な → 捨てるな (jangan buang!) • 忘れる + な → 忘れるな (jangan lupa!) |
|
Golongan III (Tidak Beraturan) |
Konjugasi khusus: • する → しろ (lakukan!) • 来る → 来い (kemarilah!) • 注意する → 注意しろ • 無理をする → 無理をしろ |
Bentuk Kamus + な: • する + な → するな (jangan lakukan!) • 来る + な → 来るな (jangan datang!) • 心配する + な → 心配するな • 駐車する + な → 駐車するな |
💡 Catatan Penting & Nuansa Penggunaan Bab 33
• Kapan Bentuk Perintah & Larangan Keras Ini Boleh Digunakan?
Kedua bentuk ini bernuansa sangat memaksa dan tidak memiliki rasa hormat. Penggunaannya dibatasi hanya pada situasi-situasi tertentu berikut:
1. Keadaan Darurat / Bahaya Mendesak: Pembicara tidak memiliki waktu untuk berbasa-basi demi menyelamatkan nyawa (contoh: 火事だ、逃げろ! / 触るな!).
2. Instruksi Operasional Pabrik & Pelatihan Olahraga: Oleh atasan kepada bawahan langsung atau pelatih kepada atletnya (contoh: 止まれ! / 休め! / 走れ!).
3. Menyemangati Tim dalam Pertandingan Olahraga: Di stadion atau lapangan, wanita pun ikut meneriakkan bentuk ini (contoh: 頑張れ! / 負けるな! / 諦めるな!).
4. Rambu Lalu Lintas, Slogan, dan Papan Peringatan Tertulis: Singkat, padat, dan mencolok (contoh: 『止まれ』= Berhenti, 『立入禁止=入るな』= Dilarang masuk).
5. Percakapan Akrab Sesama Teman Pria: Sering ditambahkan partikel よ di akhir kalimat agar nadanya lebih lunak (contoh: ちょっと 待てよ = tunggu sebentar dong; 心配するなよ = jangan cemas dong).
• Hierarki Kehalusan Memberi Perintah & Larangan:
• Perintah Kasar: 行け! → Perintah Terarah (Orang tua/Guru): 行きなさい → Permintaan Sopan: 行ってください。
• Larangan Keras: 行くな! → Larangan Sopan: 行かないで ください。
Kedua bentuk ini bernuansa sangat memaksa dan tidak memiliki rasa hormat. Penggunaannya dibatasi hanya pada situasi-situasi tertentu berikut:
1. Keadaan Darurat / Bahaya Mendesak: Pembicara tidak memiliki waktu untuk berbasa-basi demi menyelamatkan nyawa (contoh: 火事だ、逃げろ! / 触るな!).
2. Instruksi Operasional Pabrik & Pelatihan Olahraga: Oleh atasan kepada bawahan langsung atau pelatih kepada atletnya (contoh: 止まれ! / 休め! / 走れ!).
3. Menyemangati Tim dalam Pertandingan Olahraga: Di stadion atau lapangan, wanita pun ikut meneriakkan bentuk ini (contoh: 頑張れ! / 負けるな! / 諦めるな!).
4. Rambu Lalu Lintas, Slogan, dan Papan Peringatan Tertulis: Singkat, padat, dan mencolok (contoh: 『止まれ』= Berhenti, 『立入禁止=入るな』= Dilarang masuk).
5. Percakapan Akrab Sesama Teman Pria: Sering ditambahkan partikel よ di akhir kalimat agar nadanya lebih lunak (contoh: ちょっと 待てよ = tunggu sebentar dong; 心配するなよ = jangan cemas dong).
• Hierarki Kehalusan Memberi Perintah & Larangan:
• Perintah Kasar: 行け! → Perintah Terarah (Orang tua/Guru): 行きなさい → Permintaan Sopan: 行ってください。
• Larangan Keras: 行くな! → Larangan Sopan: 行かないで ください。
⚠️
Sering Salah (Etika Kesopanan & Kekeliruan Konjugasi):
• 1. Dilarang Keras Digunakan Kepada Orang yang Lebih Tinggi / Tamu:
Jangan pernah menggunakan Meireikei atau Kinshikei kepada guru, atasan kantor, atau tamu karena dinilai sangat tidak sopan dan menghina.
❌先生、ここに 座れ! (Sangat kasar/kurang ajar)
✅ 先生、どうぞ こちらに お座りください。 (Benar & santun)
• 2. Jangan Menyingkat Bentuk Negatif Menjadi Larangan:
Bentuk larangan keras selalu berupa Bentuk Kamus + な, bukan dari bentuk -ない.
❌行かないな!
✅ 行くな! (Benar: iku + na)
• 3. Hati-hati Tertukar antara Partikel Penegas な dan Partikel Larangan な:
Perhatikan posisi dan jenis katanya: jika menempel di belakang kata sifat/benda (いいなあ、きれいだな), itu bermakna penegas/gumaman rasa kagum. Namun jika menempel langsung di belakang Kata Kerja Bentuk Kamus, fungsinya 100% adalah Larangan Keras (食べるな!見るな!).
• 1. Dilarang Keras Digunakan Kepada Orang yang Lebih Tinggi / Tamu:
Jangan pernah menggunakan Meireikei atau Kinshikei kepada guru, atasan kantor, atau tamu karena dinilai sangat tidak sopan dan menghina.
❌
✅ 先生、どうぞ こちらに お座りください。 (Benar & santun)
• 2. Jangan Menyingkat Bentuk Negatif Menjadi Larangan:
Bentuk larangan keras selalu berupa Bentuk Kamus + な, bukan dari bentuk -ない.
❌
✅ 行くな! (Benar: iku + na)
• 3. Hati-hati Tertukar antara Partikel Penegas な dan Partikel Larangan な:
Perhatikan posisi dan jenis katanya: jika menempel di belakang kata sifat/benda (いいなあ、きれいだな), itu bermakna penegas/gumaman rasa kagum. Namun jika menempel langsung di belakang Kata Kerja Bentuk Kamus, fungsinya 100% adalah Larangan Keras (食べるな!見るな!).
💬 Contoh Percakapan Kontekstual
📚 Contoh Kalimat Lengkap
/ 6 Pola
2
Cara Pemakaian Bentuk Imperatif dan Bentuk Larangan
RUMUS / POLA KALIMAT:
(Konteks Pemakaian Khusus)
PENJELASAN PENGGUNAAN:
KONTEKS PEMAKAIAN KHUSUS BENTUK IMPERATIF (命令形) & LARANGAN (禁止形) + V-なさい
Bentuk Perintah (命令形)
/
Bentuk Larangan (V-辞書形 + な)
+
6 Situasi Khusus
Kata Kerja [Bentuk ます tanpa ます]
+
なさい
(Perintah Terarah Orang Tua / Guru)
💡 Karena mengandung daya paksaan mutlak dan tanpa kesopanan, Meireikei dan Kinshikei tidak boleh dipakai dalam interaksi sosial biasa. Penggunaannya dibatasi ketat hanya pada 6 Konteks Khusus: darurat bahaya, instruksi pabrik/latihan, sorakan suporter olahraga, percakapan pria akrab (+よ), rambu/marka tertulis, dan instruksi orang tua/guru (〜なさい).
• Darurat: 火事だ!早く 逃げろ! (Kebakaran! Lekas selamatkan diri!)
• Pria Akrab: 無理を するなよ。 (Jangan memaksakan diri ya bro.)
• Orang Tua ke Anak: テレビを 消して、早く 寝なさい。 (Matikan TV dan tidurlah segera.)
• Pria Akrab: 無理を するなよ。 (Jangan memaksakan diri ya bro.)
• Orang Tua ke Anak: テレビを 消して、早く 寝なさい。 (Matikan TV dan tidurlah segera.)
📊 Tabel 6 Konteks Situasi Khusus Pemakaian Perintah & Larangan
Pedoman situasi resmi di mana penutur bahasa Jepang wajar dan diperbolehkan menggunakan bentuk ini.
| Konteks Situasi | Pelaku & Karakteristik | Pola / Partikel Kunci | Contoh Penerapan Nyata |
|---|---|---|---|
|
1. Keadaan Darurat & Bahaya (緊急時・危険) |
Siapa saja saat menghadapi ancaman maut. Tidak ada waktu untuk tata krama demi menyelamatkan nyawa. |
命令形 / 禁止形 (Langsung tanpa embel-embel) |
• 危ない!動くな! (Bahaya! Jangan bergerak!) • 非常口へ 走れ! (Lari ke pintu darurat!) |
|
2. Komando Pabrik & Latihan Fisik (工場・訓練の指示) |
Atasan/mandor kepada regu kerja pabrik atau pelatih kepada atlet agar instruksi dipatuhi seketika. |
命令形 / 禁止形 (Tegas, lugas, presisi) |
• 電源を 切れ! (Matikan saklar listrik!) • 機械に 触るな! (Jangan sentuh mesin!) |
|
3. Sorakan Suporter Olahraga (試合の応援) |
Penonton di stadion/lapangan. Boleh diteriakkan oleh pria maupun wanita untuk membakar semangat. |
命令形 / 禁止形 (Seruan penyemangat tim) |
• 頑張れ!負けるな! (Semangat! Jangan mau kalah!) • 最後まで 走れ! (Berlarilah sampai akhir!) |
|
4. Percakapan Akrab Sesama Pria (親しい男性同士) |
Antar sahabat pria sebaya atau senior ke junior dalam suasana santai. |
V-命令形 + よ V-辞書形 な + よ (Partikel よ melembutkan nada) |
• ちょっと 待てよ。 (Tunggu sebentar dong.) • 遅れるなよ。 (Jangan sampai terlambat ya.) |
|
5. Rambu, Poster, Marka & Slogan (標識・スローガン) |
Bahasa tertulis publik di jalan raya, rambu peringatan, pintu, atau tembok agar dibaca sekilas. |
Teks Singkat Tertulis (Papan peringatan umum) |
• 『止まれ』 (Berhenti) • 『入るな / 立入禁止』 (Dilarang masuk) • 『スピードを 出すな』 |
|
6. Instruksi Pengasuhan / Guru: 〜なさい (親・教師の指示) |
Orang tua kepada anak atau guru kepada murid di kelas. Bernada mendidik dan terarah. |
V-ます (buang ます) + なさい (Lebih lunak dari Meireikei) |
• 早く 起きなさい。 (Cepatlah bangun.) • 野菜も 食べなさい。 (Makanlah sayuranmu juga.) |
💡 Catatan Penting & Nuansa Sosiolinguistik Bab 33
• Hierarki Tingkat Kehalusan Memberikan Instruksi & Perintah:
Dalam masyarakat Jepang, derajat instruksi dibedakan sangat ketat sesuai hubungan hierarki sosial:
1. Perintah Kasar / Mendesak: 行け! (Meireikei — hanya untuk darurat, olahraga, atasan pria ke bawahan).
2. Perintah Bimbingan Terarah: 行きなさい (V-なさい — orang tua ke anak, guru ke murid).
3. Permintaan Standar Sopan: 行って ください (Permintaan sopan sehari-hari kepada sesama rekan).
4. Permintaan Halus & Hormat: お行き ください / 行って いただけませんか (Kepada atasan atau pelanggan).
• Fungsi Partikel Penawar 「よ」 Antar Sahabat Pria:
Jika seorang pria berbicara kepada teman dekatnya menggunakan Meireikei murni tanpa partikel (misal: 待て), nadanya terdengar seperti membentak atau menodong. Namun bila ditambahkan よ (ちょっと待てよ / 心配するなよ), maknanya bergeser menjadi keakraban persaudaraan yang ramah (*brotherly tone*).
• Pengecualian Gender Saat Menonton Olahraga:
Di luar lapangan, wanita Jepang pantang mengucapkan Meireikei. Namun ketika berada di tribun stadion atau lapangan menyemangati tim kesayangan, wanita secara alami ikut meneriakkan 頑張れ!, 負けるな!, atau 走れ! bersama para suporter lainnya.
Dalam masyarakat Jepang, derajat instruksi dibedakan sangat ketat sesuai hubungan hierarki sosial:
1. Perintah Kasar / Mendesak: 行け! (Meireikei — hanya untuk darurat, olahraga, atasan pria ke bawahan).
2. Perintah Bimbingan Terarah: 行きなさい (V-なさい — orang tua ke anak, guru ke murid).
3. Permintaan Standar Sopan: 行って ください (Permintaan sopan sehari-hari kepada sesama rekan).
4. Permintaan Halus & Hormat: お行き ください / 行って いただけませんか (Kepada atasan atau pelanggan).
• Fungsi Partikel Penawar 「よ」 Antar Sahabat Pria:
Jika seorang pria berbicara kepada teman dekatnya menggunakan Meireikei murni tanpa partikel (misal: 待て), nadanya terdengar seperti membentak atau menodong. Namun bila ditambahkan よ (ちょっと待てよ / 心配するなよ), maknanya bergeser menjadi keakraban persaudaraan yang ramah (*brotherly tone*).
• Pengecualian Gender Saat Menonton Olahraga:
Di luar lapangan, wanita Jepang pantang mengucapkan Meireikei. Namun ketika berada di tribun stadion atau lapangan menyemangati tim kesayangan, wanita secara alami ikut meneriakkan 頑張れ!, 負けるな!, atau 走れ! bersama para suporter lainnya.
⚠️
Sering Salah (Etika Kesopanan & Kekeliruan Pemakaian 〜なさい):
• 1. Jangan Pernah Menggunakan 〜なさい Kepada Atasan atau Orang Tua:
Meskipun terdengar lebih halus dibanding Meireikei, pola 〜なさい tetap merupakan pola komando vertikal satu arah dari pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi ke pihak yang lebih rendah. Murid tidak boleh mengatakannya ke guru, dan anak tidak boleh mengatakannya ke orang tua.
❌先生、お茶を 飲みなさい。 (Sangat lancang dan tidak sopan)
✅ 先生、どうぞ お茶を お召し上がりください。 (Benar & santun)
• 2. Kekeliruan Batang Kata Kerja pada 〜なさい:
Pola ini dibentuk dari Batang Bentuk ます (buang huruf ます), bukan dari Bentuk Kamus.
❌食べるなさい / 行くなさい
✅ 食べなさい / 行きなさい (Benar)
• 3. Membedakan Larangan Mutlak (触るな) vs Larangan Permintaan Sopan (触らないでください):
Jika Anda bertugas sebagai resepsionis, pemandu wisata, atau staf toko, gunakan 〜ないで ください. Penggunaan 〜な kepada pengunjung toko akan dianggap sebagai pengusiran kasar.
• 1. Jangan Pernah Menggunakan 〜なさい Kepada Atasan atau Orang Tua:
Meskipun terdengar lebih halus dibanding Meireikei, pola 〜なさい tetap merupakan pola komando vertikal satu arah dari pihak yang memiliki wewenang lebih tinggi ke pihak yang lebih rendah. Murid tidak boleh mengatakannya ke guru, dan anak tidak boleh mengatakannya ke orang tua.
❌
✅ 先生、どうぞ お茶を お召し上がりください。 (Benar & santun)
• 2. Kekeliruan Batang Kata Kerja pada 〜なさい:
Pola ini dibentuk dari Batang Bentuk ます (buang huruf ます), bukan dari Bentuk Kamus.
❌
✅ 食べなさい / 行きなさい (Benar)
• 3. Membedakan Larangan Mutlak (触るな) vs Larangan Permintaan Sopan (触らないでください):
Jika Anda bertugas sebagai resepsionis, pemandu wisata, atau staf toko, gunakan 〜ないで ください. Penggunaan 〜な kepada pengunjung toko akan dianggap sebagai pengusiran kasar.
💬 Contoh Percakapan Kontekstual
📚 Contoh Kalimat Lengkap Sesuai Konteks
/ 6 Pola
3
〜と 書いて あります / 〜と 読みます
RUMUS / POLA KALIMAT:
〜と 書いて あります / 〜と 読みます
PENJELASAN PENGGUNAAN:
MENYATAKAN TULISAN TERCANTUM & CARA MEMBACA KANJI (〜と 書いて あります / 〜と 読みます)
[Tempat / Benda] に
「Isi Teks / Kalimat」
+
と 書いて あります
(Tertulis "...")
[Kanji / Kata] は
「Bunyi Bacaan / Hiragana」
+
と 読みます
(Dibaca "...")
💡 Partikel と di sini berfungsi sebagai penanda isi kutipan (quotation marker). Pola
〜と 書いて あります dipakai untuk mengutip apa yang tertulis pada rambu, papan tanda, atau dokumen publik. Sedangkan 〜と 読みます dipakai khusus untuk melafalkan cara baca karakter Kanji.
• Kutipan Tulisan: あの 看板に 「止まれ」と 書いて あります。(Di papan tanda itu tertulis "Berhenti".)
• Cara Baca Kanji: あの 漢字は 「きけん」と 読みます。(Kanji tersebut dibaca "kiken".)
• Cara Baca Kanji: あの 漢字は 「きけん」と 読みます。(Kanji tersebut dibaca "kiken".)
📊 Tabel Perbandingan Pola Kutipan Tulisan & Cara Baca
Pedoman membedakan kutipan kata tertulis pada tanda publik versus cara melafalkan karakter huruf kanji.
| Fungsi Pola | Struktur Kalimat | Kata Kunci Tanya | Contoh Penerapan Nyata |
|---|---|---|---|
|
Kutipan Tulisan Tertulis (Isi Tanda / Rambu) |
[Tempat / Media] に + 「Isi Tulisan」 + と 書いて あります |
何と 書いて ありますか。 (Tertulis apa di sana?) |
• ドアに 「使用中」と 書いて あります。 (Di pintu tertulis "Sedang Digunakan".) |
|
Kutipan Makna Peraturan (Larangan / Perintah) |
[Papan] に + 「V-辞書形 な / 命令形」 + と 書いて あります |
どんな ことが 書いて ありますか。 (Tertulis hal apa?) |
• 「入るな」と 書いて あります。 (Tertulis "Jangan masuk".) • 「スピードを 出すな」と 書いて あります。 |
|
Cara Baca Huruf / Kanji (Pelafalan Bunyi) |
[Kanji / Kata] は + 「Bunyi Hiragana」 + と 読みます |
何と 読みますか。 (Dibaca bagaimana?) |
• この 漢字は 「きんえん」と 読みます。 (Kanji ini dibaca "kin-en".) • 『無料』は 「むりょう」と 読みます。 |
💡 Catatan Penting & Nuansa Penggunaan Bab 33
• Mengapa menggunakan bentuk 『書いて あります』 dan bukan 『書きます』?
Bentuk 〜て あります (yang dipelajari di Bab 29/30) menyatakan bahwa seseorang di masa lalu sengaja menuliskan informasi tersebut untuk kepentingan publik atau aturan umum, dan kondisi tulisan itu masih terpampang jelas serta berlaku hingga detik ini.
• Tanda Petik Siku Jepang 『 』 atau 「 」:
Bila kita mengutip kata/kalimat secara harfiah persis seperti teks aslinya, dalam penulisan bahasa Jepang diapit tanda 「 ... 」 atau 『 ... 』 sebelum partikel kutipan と. Namun bila mengutip inti maknanya secara umum (bentuk biasa), tanda kurung boleh ditiadakan.
• Perbedaan Fokus: 『〜と 読みます』 vs 『〜という 意味です』:
1. 〜と 読みます: Menjelaskan bunyi suara/pelafalan kanji (fonetik). Contoh: 『禁煙』は 「きんえん」と 読みます。
2. 〜という 意味です: Menjelaskan definisi/arti maksud di balik kata tersebut (semantik - dipelajari di Bagian 4). Contoh: たばこを 吸ってはいけない という 意味です。
• Pengucapan Kata Tanya: 『何と』 dibaca 『なんと (nanto)』:
Ketika menanyakan isi tulisan atau cara baca, frasa 何と selalu dilafalkan なんと (nanto), bukan *nanito.
Bentuk 〜て あります (yang dipelajari di Bab 29/30) menyatakan bahwa seseorang di masa lalu sengaja menuliskan informasi tersebut untuk kepentingan publik atau aturan umum, dan kondisi tulisan itu masih terpampang jelas serta berlaku hingga detik ini.
• Tanda Petik Siku Jepang 『 』 atau 「 」:
Bila kita mengutip kata/kalimat secara harfiah persis seperti teks aslinya, dalam penulisan bahasa Jepang diapit tanda 「 ... 」 atau 『 ... 』 sebelum partikel kutipan と. Namun bila mengutip inti maknanya secara umum (bentuk biasa), tanda kurung boleh ditiadakan.
• Perbedaan Fokus: 『〜と 読みます』 vs 『〜という 意味です』:
1. 〜と 読みます: Menjelaskan bunyi suara/pelafalan kanji (fonetik). Contoh: 『禁煙』は 「きんえん」と 読みます。
2. 〜という 意味です: Menjelaskan definisi/arti maksud di balik kata tersebut (semantik - dipelajari di Bagian 4). Contoh: たばこを 吸ってはいけない という 意味です。
• Pengucapan Kata Tanya: 『何と』 dibaca 『なんと (nanto)』:
Ketika menanyakan isi tulisan atau cara baca, frasa 何と selalu dilafalkan なんと (nanto), bukan *nanito.
⚠️
Sering Salah (Partikel Penanda & Pelafalan Kutipan):
• 1. Jangan Menggunakan Partikel を pada Media Tulisan:
Media tempat tulisan tercantum (seperti papan tanda, kertas, tiket, pintu) ditandai dengan partikel penunjuk lokasi keberadaan に, bukan partikel objek を.
❌あの 看板 を 「止まれ」と 書いて あります。
✅ あの 看板 に 「止まれ」と 書いて あります。
• 2. Jangan Menghilangkan Partikel Kutipan と:
Partikel と mutlak diperlukan sebagai perekat antara teks kutipan dengan kata kerja 書いてあります atau 読みます.
❌あの 漢字は 「きけん」 読みます。
✅ あの 漢字は 「きけん」 と 読みます。
• 3. Jangan Keliru antara Subjek Topik (は) untuk Kanji vs Lokasi (に) untuk Papan:
Bila membahas huruf kanji gunakan [Kanji] は 〜と 読みます. Bila membahas papan tempat tulisan terpasang gunakan [Papan] に 〜と 書いて あります.
• 1. Jangan Menggunakan Partikel を pada Media Tulisan:
Media tempat tulisan tercantum (seperti papan tanda, kertas, tiket, pintu) ditandai dengan partikel penunjuk lokasi keberadaan に, bukan partikel objek を.
❌
✅ あの 看板 に 「止まれ」と 書いて あります。
• 2. Jangan Menghilangkan Partikel Kutipan と:
Partikel と mutlak diperlukan sebagai perekat antara teks kutipan dengan kata kerja 書いてあります atau 読みます.
❌
✅ あの 漢字は 「きけん」 と 読みます。
• 3. Jangan Keliru antara Subjek Topik (は) untuk Kanji vs Lokasi (に) untuk Papan:
Bila membahas huruf kanji gunakan [Kanji] は 〜と 読みます. Bila membahas papan tempat tulisan terpasang gunakan [Papan] に 〜と 書いて あります.
💬 Contoh Percakapan Kontekstual
📚 Contoh Kalimat Lengkap
/ 6 Pola
4
X は Y と いう 意味です
RUMUS / POLA KALIMAT:
X は Y と いう 意味です
PENJELASAN PENGGUNAAN:
MENJELASKAN ARTI / MAKNA DARI SIMBOL, KATA, ATAU RAMBU (X は Y と いう 意味です)
[Kata / Simbol / Tanda] は
「Isi Makna / Bentuk Biasa / Perintah / Larangan」
+
と いう 意味です
(Artinya adalah "...")
[Subjek / Simbol] は
どういう 意味ですか
(Artinya bagaimana / Apa artinya?)
💡 Pola ini digunakan untuk mendefinisikan atau menerjemahkan maksud esensial di balik suatu kata, rambu jalan, marka visual, atau istilah asing. Bagian Y sebelum という意味です dapat diisi bentuk perintah (〜しろ), larangan keras (〜な), izin/larangan aturan (〜てはいけない), maupun penjelasan kalimat biasa (〜ということ).
• Definisi Larangan: 『立入禁止』は 「入るな」という 意味です。("Dilarang Masuk" artinya "jangan melangkah masuk".)
• Definisi Fasilitas: 『無料』は 「お金を 払わなくても いい」という 意味です。("Muryou" artinya "tidak perlu membayar uang / cuma-cuma".)
• Definisi Fasilitas: 『無料』は 「お金を 払わなくても いい」という 意味です。("Muryou" artinya "tidak perlu membayar uang / cuma-cuma".)
📊 Tabel Ragam Penjelasan Makna Menggunakan 〜という 意味です
Pedoman variasi bentuk isi penjelasan semantik (Y) untuk mendefinisikan rambu, aturan, atau istilah umum.
| Kategori Subjek (X) | Bentuk Penjelasan Isi (Y) | Contoh Penerapan Lengkap |
|---|---|---|
|
Rambu Larangan Keras (Bentuk 禁止形 / てはいけない) |
• 「V-辞書形 + な」 • 「V-ては いけない」 + という 意味です |
• この マークは 「たばこを 吸っては いけない」という 意味です。 (Simbol ini artinya tidak boleh merokok.) • 『使用禁止』は 「使うな」という 意味です。 ("Shiyoukinshi" artinya jangan gunakan.) |
|
Instruksi & Kewajiban (Bentuk 命令形 / なければならない) |
• 「V-命令形」 • 「V-なければ ならない」 + という 意味です |
• 『止まれ』は 「車を 止めろ」という 意味です。 ("Tomare" artinya hentikan kendaraan!) • 『非常口』は 「火事の とき ここから 逃げろ」という 意味です。 ("Pintu darurat" artinya larilah lewat sini saat kebakaran.) |
|
Kondisi & Status Operasional (Bentuk Biasa Kalimat Deskripsi) |
• 「今 V-て いる」 • 「〜が できない」 + という 意味です |
• 『使用中』は 「今 使っている」という 意味です。 ("Shiyouchuu" artinya sedang dipakai sekarang.) • 『本日休業』は 「今日は 休みだ」という 意味です。 ("Honjitsu kyuugyou" artinya hari ini toko libur.) |
|
Pembebasan & Ketentuan Biaya (Bentuk 〜なくてもいい / 割引) |
• 「お金を 払わなくてもいい」 • 「安く なる」 + という 意味です |
• 『無料』は 「ただ」という 意味です。 ("Muryou" bermakna gratis / tidak dipungut biaya.) • 『50%オフ』は 「半額で 買える」という 意味です。 ("Diskon 50%" artinya bisa dibeli dengan setengah harga.) |
💡 Catatan Penting & Nuansa Penggunaan Bab 33
• Membedakan Tiga Serangkai: 『書いてあります』 vs 『読みます』 vs 『という意味です』:
Ketiga pola di Bab 33 ini saling melengkapi ketika kita berhadapan dengan tulisan atau rambu di Jepang:
1. 〜と 書いて あります: Mengutip teks fisik yang tampak di mata (Teksnya apa?) → 「止まれ」と 書いて あります。
2. 〜と 読みます: Menjelaskan lafal bunyi huruf kanjinya (Bagaimana melafalkannya?) → 「とまれ」と 読みます。
3. 〜という 意味です: Menjelaskan maksud pesan di balik tulisan tersebut (Apa artinya?) → 「車を 止めろ」という 意味です。
• Frasa Tanya Khusus: 『どういう 意味ですか』:
Ketika ingin menanyakan makna suatu kata atau simbol, selalu gunakan frasa tanya baku どういう 意味ですか ("Mempunyai makna seperti apa?"). Jangan gunakan *なんの 意味ですか.
• Variasi Bentuk Kasual dalam Percakapan Santai:
Dalam percakapan santai sehari-hari antar teman sebaya, frasa 〜という意味です sering disingkat menjadi 〜っていう 意味 atau 〜っていう こと (contoh: 「だめ」っていう 意味だよ = itu artinya ga boleh lho).
Ketiga pola di Bab 33 ini saling melengkapi ketika kita berhadapan dengan tulisan atau rambu di Jepang:
1. 〜と 書いて あります: Mengutip teks fisik yang tampak di mata (Teksnya apa?) → 「止まれ」と 書いて あります。
2. 〜と 読みます: Menjelaskan lafal bunyi huruf kanjinya (Bagaimana melafalkannya?) → 「とまれ」と 読みます。
3. 〜という 意味です: Menjelaskan maksud pesan di balik tulisan tersebut (Apa artinya?) → 「車を 止めろ」という 意味です。
• Frasa Tanya Khusus: 『どういう 意味ですか』:
Ketika ingin menanyakan makna suatu kata atau simbol, selalu gunakan frasa tanya baku どういう 意味ですか ("Mempunyai makna seperti apa?"). Jangan gunakan *なんの 意味ですか.
• Variasi Bentuk Kasual dalam Percakapan Santai:
Dalam percakapan santai sehari-hari antar teman sebaya, frasa 〜という意味です sering disingkat menjadi 〜っていう 意味 atau 〜っていう こと (contoh: 「だめ」っていう 意味だよ = itu artinya ga boleh lho).
⚠️
Sering Salah (Kekeliruan Partikel & Menghilangkan kata bantu いう):
• 1. Jangan Menghilangkan Kata 『いう (iu)』 Sebelum 意味:
Kutipan makna harus dihubungkan dengan verba kutip という (yang dikatakan sebagai/yang bermakna bahwa). Jangan langsung menempelkan と 意味です.
❌この マークは 「入るな」 と 意味です。
✅ この マークは 「入るな」 という 意味です。
• 2. Jangan Tertukar antara Kalimat Tanya 'Cara Baca' vs 'Makna Arti':
• Menanyakan pelafalan bunyi kanji: 何と 読みますか。
• Menanyakan arti / maksud: どういう 意味ですか。
• 3. Partikel Penanda Subjek Kata/Simbol adalah は:
Kata atau simbol yang sedang dijelaskan maknanya diposisikan sebagai topik utama kalimat dengan partikel は, bukan partikel penunjuk lokasi に.
❌この マーク に 「危険」という 意味です。
✅ この マーク は 「危険だ」という 意味です。
• 1. Jangan Menghilangkan Kata 『いう (iu)』 Sebelum 意味:
Kutipan makna harus dihubungkan dengan verba kutip という (yang dikatakan sebagai/yang bermakna bahwa). Jangan langsung menempelkan と 意味です.
❌
✅ この マークは 「入るな」 という 意味です。
• 2. Jangan Tertukar antara Kalimat Tanya 'Cara Baca' vs 'Makna Arti':
• Menanyakan pelafalan bunyi kanji: 何と 読みますか。
• Menanyakan arti / maksud: どういう 意味ですか。
• 3. Partikel Penanda Subjek Kata/Simbol adalah は:
Kata atau simbol yang sedang dijelaskan maknanya diposisikan sebagai topik utama kalimat dengan partikel は, bukan partikel penunjuk lokasi に.
❌
✅ この マーク は 「危険だ」という 意味です。
💬 Contoh Percakapan Kontekstual
📚 Contoh Kalimat Lengkap
/ 6 Pola
5
“Kalimat” / Bentuk Biasa と 言っていました
RUMUS / POLA KALIMAT:
“Kalimat” / Bentuk Biasa と 言っていました
PENJELASAN PENGGUNAAN:
MENYAMPAIKAN PESAN / UCAPAN PIHAK KETIGA (“KALIMAT” / BENTUK BIASA と 言っていました)
[Orang Ketiga] は
「Kalimat Ucapan Langsung」
+
と 言っていました
(Kutipan Harfiah Kata Per Kata)
[Orang Ketiga] は
[Kalimat Bentuk Biasa (Plain Form)]
+
と 言っていました
(Meneruskan Inti Pesan / Hearsay)
💡 Pola ini digunakan ketika pembicara bertindak sebagai penyampai pesan (transmitting messenger) untuk meneruskan perkataan atau kabar yang didengar dari pihak ketiga kepada lawan bicara. Berbeda dengan 〜と言いました (Bab 21) yang berfokus pada peristiwa lampau saat orang tersebut berbicara, 〜と言っていました menekankan bahwa isi ucapan tersebut masih aktif, relevan, dan sengaja disampaikan saat ini.
• Kutipan Langsung: 田中さんは 「あした 休みます」と 言っていました。(Saudara Tanaka tadi berkata: "Besok saya izin libur".)
• Kutipan Tidak Langsung: 田中さんは あした 休む と 言っていました。(Saudara Tanaka tadi mengatakan bahwa besok dia akan libur.)
• Kutipan Tidak Langsung: 田中さんは あした 休む と 言っていました。(Saudara Tanaka tadi mengatakan bahwa besok dia akan libur.)
📊 Tabel Perubahan Bentuk Biasa (Plain Form) Sebelum 〜と 言っていました
Pedoman konjugasi perubahan bentuk kalimat tidak langsung saat meneruskan perkataan orang ketiga.
| Jenis Kata / Bentuk Kalimat | Bentuk Biasa (Plain Form) | Contoh Penerapan Lengkap |
|---|---|---|
|
Kata Kerja (Verba Positif / Negatif / Lampau) |
• V-ます → V-る • V-ません → V-ない • V-ました → V-た + と 言っていました |
• 佐藤さんは 会議に 出席すると 言っていました。 (Satou berkata dia akan hadir di rapat.) • 田中さんは 4時に 戻ると 言っていました。 (Tanaka berkata dia akan kembali jam 4.) |
|
Kata Sifat-i (I-Adjective) |
• 〜いです → 〜い • 〜くないです → 〜くない • 〜かったです → 〜かった + と 言っていました |
• 部長は 今日 忙しいと 言っていました。 (Manajer berkata bahwa hari ini sibuk.) • ミラーさんは 頭が 痛いと 言っていました。 (Miller berkata kepalanya sakit.) |
|
Kata Sifat-na (Na-Adjective) |
• 〜です → 〜だ (Wajib ada だ!) • 〜じゃありません → 〜じゃない + と 言っていました |
• 山田さんは 明日 暇だと 言っていました。 (Yamada berkata bahwa besok dia senggang.) • 彼は 仕事が 大変だと 言っていました。 (Dia berkata bahwa pekerjaannya berat.) |
|
Kata Benda (Noun) |
• [KB] です → [KB] だ (Wajib ada だ!) • [KB] じゃありません → [KB] じゃない + と 言っていました |
• 佐藤さんは 急用だと 言っていました。 (Satou berkata bahwa ada urusan mendadak.) • 明日は 休みだと 言っていました。 (Katanya besok adalah hari libur.) |
💡 Catatan Penting & Nuansa Penggunaan Bab 33
• Perbedaan Esensial: 『〜と 言いました』 vs 『〜と 言っていました』:
Kedua bentuk kutipan ini memiliki titik fokus pragmatis yang berbeda dalam percakapan sehari-hari:
1. 〜と 言いました (Bab 21): Berfokus pada peristiwa berbicara di masa lalu (fakta bahwa orang itu pernah melontarkan ucapan tersebut pada momen tertentu).
2. 〜と 言っていました (Bab 33): Berfokus pada transmisi pesan aktif. Pembicara memposisikan dirinya sebagai jembatan informasi untuk meneruskan titipan perkataan orang ketiga kepada lawan bicara sekarang.
• Aturan Kutipan Langsung vs Kutipan Tidak Langsung:
• Kutipan Langsung: Mengutip harfiah persis kata per kata dengan tanda petik siku 「 ... 」 (contoh: 田中さんは「今夜 電話します」と言っていました).
• Kutipan Tidak Langsung: Tanpa tanda petik siku, dan kalimat wajib ditransformasikan ke dalam Bentuk Biasa (Plain Form) (contoh: 田中さんは 今夜 電話すると 言っていました).
• Etika Bisnis di Kantor Jepang:
Saat menerima telepon di kantor untuk rekan kerja yang sedang tidak ada di tempat duduk (席を外しています), kalimat 〜と言っていました adalah frasa standar untuk meneruskan pesan telepon kepada atasan atau tamu (dalam ragam hormat bisnis dapat ditingkatkan menjadi 〜と 申しておりました).
Kedua bentuk kutipan ini memiliki titik fokus pragmatis yang berbeda dalam percakapan sehari-hari:
1. 〜と 言いました (Bab 21): Berfokus pada peristiwa berbicara di masa lalu (fakta bahwa orang itu pernah melontarkan ucapan tersebut pada momen tertentu).
2. 〜と 言っていました (Bab 33): Berfokus pada transmisi pesan aktif. Pembicara memposisikan dirinya sebagai jembatan informasi untuk meneruskan titipan perkataan orang ketiga kepada lawan bicara sekarang.
• Aturan Kutipan Langsung vs Kutipan Tidak Langsung:
• Kutipan Langsung: Mengutip harfiah persis kata per kata dengan tanda petik siku 「 ... 」 (contoh: 田中さんは「今夜 電話します」と言っていました).
• Kutipan Tidak Langsung: Tanpa tanda petik siku, dan kalimat wajib ditransformasikan ke dalam Bentuk Biasa (Plain Form) (contoh: 田中さんは 今夜 電話すると 言っていました).
• Etika Bisnis di Kantor Jepang:
Saat menerima telepon di kantor untuk rekan kerja yang sedang tidak ada di tempat duduk (席を外しています), kalimat 〜と言っていました adalah frasa standar untuk meneruskan pesan telepon kepada atasan atau tamu (dalam ragam hormat bisnis dapat ditingkatkan menjadi 〜と 申しておりました).
⚠️
Sering Salah (Partikel だ pada KS-na/KB & Partikel Penanda Subjek):
• 1. JANGAN Menghilangkan Kata Bantu 『だ』 pada KS-na dan KB!
Berbeda dengan pola 〜でしょう (Bab 32 Pt 2) dan 〜かもしれません (Bab 32 Pt 3) yang wajib membuang だ, pada pola kutipan 〜と言っていました, kata sifat-na dan kata benda bentuk positif masa kini WAJIB menyertakan だ!
❌田中さんは 今日 暇 と 言っていました。
✅ 田中さんは 今日 暇だ と 言っていました。
❌佐藤さんは 急用 と 言っていました。
✅ 佐藤さんは 急用だ と 言っていました。
• 2. Penanda Orang yang Berbicara Menggunakan Partikel は:
Pihak yang melontarkan perkataan asli diposisikan sebagai topik kalimat dengan partikel は, bukan partikel penerima tujuan に.
❌佐藤さん に 4時に 戻ると 言っていました。
✅ 佐藤さん は 4時に 戻ると 言っていました。
• 3. Tidak Boleh Dipakai untuk Ucapan Diri Sendiri:
Pola 〜と言っていました khusus melaporkan ucapan orang lain (orang ketiga). Untuk perkataan diri sendiri, gunakan 〜と言いました atau 〜と伝えました.
• 1. JANGAN Menghilangkan Kata Bantu 『だ』 pada KS-na dan KB!
Berbeda dengan pola 〜でしょう (Bab 32 Pt 2) dan 〜かもしれません (Bab 32 Pt 3) yang wajib membuang だ, pada pola kutipan 〜と言っていました, kata sifat-na dan kata benda bentuk positif masa kini WAJIB menyertakan だ!
❌
✅ 田中さんは 今日 暇だ と 言っていました。
❌
✅ 佐藤さんは 急用だ と 言っていました。
• 2. Penanda Orang yang Berbicara Menggunakan Partikel は:
Pihak yang melontarkan perkataan asli diposisikan sebagai topik kalimat dengan partikel は, bukan partikel penerima tujuan に.
❌
✅ 佐藤さん は 4時に 戻ると 言っていました。
• 3. Tidak Boleh Dipakai untuk Ucapan Diri Sendiri:
Pola 〜と言っていました khusus melaporkan ucapan orang lain (orang ketiga). Untuk perkataan diri sendiri, gunakan 〜と言いました atau 〜と伝えました.
💬 Contoh Percakapan Kontekstual
📚 Contoh Kalimat Lengkap
/ 6 Pola
6
“Kalimat” / Bentuk Biasa と 伝えて いただけませんか
RUMUS / POLA KALIMAT:
“Kalimat” / Bentuk Biasa と 伝えて いただけませんか
PENJELASAN PENGGUNAAN:
MENITIPKAN PESAN KEPADA PIHAK KETIGA ([ORANG] に “KALIMAT” / BENTUK BIASA と 伝えて いただけませんか)
[Penerima Pesan] に
「Kalimat Pesan Langsung」
+
と 伝えて いただけませんか
(Kutipan Harfiah)
[Penerima Pesan] に
[Kalimat Bentuk Biasa (Plain Form)]
+
と 伝えて いただけませんか
(Kutipan Tidak Langsung)
💡 Pola ini digunakan ketika pembicara meminta tolong kepada lawan bicara untuk meneruskan pesan titipan kepada orang ketiga yang sedang tidak berada di tempat. Menggunakan bentuk permohonan santun 〜て いただけませんか (Bab 26), pola ini adalah standar baku dalam percakapan profesional kantor saat menitip pesan lewat telepon atau resepsionis.
• Kutipan Langsung: 田中さんに 「あした 休みます」と 伝えて いただけませんか。(Bisa tolong sampaikan ke Tanaka: "Besok saya libur"?)
• Kutipan Tidak Langsung: 田中さんに あした 休む と 伝えて いただけませんか。(Bisakah tolong sampaikan kepada Saudara Tanaka bahwa besok saya akan libur?)
• Kutipan Tidak Langsung: 田中さんに あした 休む と 伝えて いただけませんか。(Bisakah tolong sampaikan kepada Saudara Tanaka bahwa besok saya akan libur?)
📊 Tabel Bentuk Biasa & Tingkat Kesantunan Menitip Pesan
Pedoman transformasi bentuk kalimat isi pesan serta variasi ungkapan permohonan sesuai lawan bicara.
| Jenis Kata / Bentuk Kalimat | Bentuk Biasa (Sebelum と) | Contoh Penerapan Lengkap |
|---|---|---|
|
Kata Kerja (Verba Positif / Negatif) |
• V-ます → V-る • V-ません → V-ない • V-ました → V-た + と 伝えて いただけませんか |
• 佐藤さんに 「4時に 戻る」と 伝えて いただけませんか。 (Bisakah tolong sampaikan ke Satou bahwa saya kembali jam 4?) • 部長に 会議に 出席できないと 伝えて いただけませんか。 (Bisakah tolong sampaikan ke Manajer bahwa saya tidak bisa hadir rapat?) |
|
Kata Sifat-i (I-Adjective) |
• 〜いです → 〜い • 〜くないです → 〜くない + と 伝えて いただけませんか |
• 山田さんに 明日は 忙しいと 伝えて いただけませんか。 (Bisakah tolong sampaikan ke Yamada bahwa besok saya sibuk?) • 都合が 悪いと 伝えて いただけませんか。 (Bisakah sampaikan bahwa waktunya kurang cocok?) |
|
Kata Sifat-na & Kata Benda (Wajib ada だ!) |
• [KS-na / KB] です → 〜だ • [KS-na / KB] じゃありません → 〜じゃない + と 伝えて いただけませんか |
• 田中さんに 明日は 暇だと 伝えて いただけませんか。 (Tolong sampaikan ke Tanaka bahwa besok saya luang.) • 先生に 急用だと 伝えて いただけませんか。 (Tolong sampaikan ke Sensei bahwa ada urusan mendadak.) |
|
Hierarki Kesantunan (Spektrum Permohonan) |
1. 〜と 伝えて いただけませんか : Sangat Santun (Kepada atasan, tamu bisnis, resepsionis) 2. 〜と 伝えて ください : Standar Sopan (Kepada rekan sejawat kantor) 3. 〜と 伝えて くれる? / 〜と 伝えてね : Akrab / Kasual (Kepada sahabat dekat atau keluarga) |
|
💡 Catatan Penting & Nuansa Penggunaan Bab 33
• Arah Alur Pesan: 『〜と言っていました』 (Bagian 5) vs 『〜と伝えていただけませんか』 (Bagian 6):
Pahami perbedaan sudut pandang pengirim dan penerima informasi agar tidak tertukar:
1. 〜と 言っていました (Bagian 5 - Menerima & Melaporkan): Pembicara memposisikan diri sebagai penerima pesan sebelumnya, lalu melaporkannya ke lawan bicara ("Si X tadi bilang begini lho").
2. 〜と 伝えて いただけませんか (Bagian 6 - Mengirim & Menitipkan): Pembicara menitipkan pesannya sendiri kepada lawan bicara agar disampaikan kepada si X ("Bisa tolong sampaikan pesan saya ke si X?").
• Pihak Penerima Pesan Selalu Ditandai Partikel に:
Target orang ketiga yang dituju pesan selalu dipasangi partikel に (contoh: 田中さんに 伝えて いただけませんか).
• Etika Bisnis Telepon di Jepang:
Ketika orang yang ingin dihubungi sedang meninggalkan meja kerja (席を外しています) atau dinas luar (出張中), daripada sekadar mematikan telepon, penutur bisnis biasa menitipkan pesan: 「恐れ入りますが、田中さんに 後で お電話を 差し上げると 伝えて いただけませんか」 (Mohon maaf, bisakah tolong sampaikan ke Tanaka bahwa nanti saya akan menelepon beliau kembali?).
Pahami perbedaan sudut pandang pengirim dan penerima informasi agar tidak tertukar:
1. 〜と 言っていました (Bagian 5 - Menerima & Melaporkan): Pembicara memposisikan diri sebagai penerima pesan sebelumnya, lalu melaporkannya ke lawan bicara ("Si X tadi bilang begini lho").
2. 〜と 伝えて いただけませんか (Bagian 6 - Mengirim & Menitipkan): Pembicara menitipkan pesannya sendiri kepada lawan bicara agar disampaikan kepada si X ("Bisa tolong sampaikan pesan saya ke si X?").
• Pihak Penerima Pesan Selalu Ditandai Partikel に:
Target orang ketiga yang dituju pesan selalu dipasangi partikel に (contoh: 田中さんに 伝えて いただけませんか).
• Etika Bisnis Telepon di Jepang:
Ketika orang yang ingin dihubungi sedang meninggalkan meja kerja (席を外しています) atau dinas luar (出張中), daripada sekadar mematikan telepon, penutur bisnis biasa menitipkan pesan: 「恐れ入りますが、田中さんに 後で お電話を 差し上げると 伝えて いただけませんか」 (Mohon maaf, bisakah tolong sampaikan ke Tanaka bahwa nanti saya akan menelepon beliau kembali?).
⚠️
Sering Salah (Partikel Penanda Orang & Bentuk Kata Sifat-na / Kata Benda):
• 1. JANGAN Menggunakan Partikel を atau は untuk Penerima Pesan:
Orang ketiga yang akan menerima titipan pesan wajib menggunakan partikel arah tujuan に, bukan partikel objek を ataupun partikel topik は.
❌田中さん を 「4時に 戻る」と 伝えて いただけませんか。
✅ 田中さん に 「4時に 戻る」と 伝えて いただけませんか。
• 2. JANGAN Menghilangkan Kata Bantu 『だ』 pada KS-na dan KB (Kutipan Tidak Langsung):
Sama halnya dengan pola 〜と言っていました (Bagian 5), pada bentuk kutipan tidak langsung untuk kata sifat-na dan kata benda masa kini wajib menyertakan だ!
❌佐藤さんに 急用 と 伝えて いただけませんか。
✅ 佐藤さんに 急用だ と 伝えて いただけませんか。
• 3. Menitipkan Permintaan Kontak Balik:
Bila meminta tolong agar orang itu menelepon Anda kembali, gunakan kutipan langsung persis dengan bentuk sopan: 「後で 電話を ください」と 伝えて いただけませんか.
• 1. JANGAN Menggunakan Partikel を atau は untuk Penerima Pesan:
Orang ketiga yang akan menerima titipan pesan wajib menggunakan partikel arah tujuan に, bukan partikel objek を ataupun partikel topik は.
❌
✅ 田中さん に 「4時に 戻る」と 伝えて いただけませんか。
• 2. JANGAN Menghilangkan Kata Bantu 『だ』 pada KS-na dan KB (Kutipan Tidak Langsung):
Sama halnya dengan pola 〜と言っていました (Bagian 5), pada bentuk kutipan tidak langsung untuk kata sifat-na dan kata benda masa kini wajib menyertakan だ!
❌
✅ 佐藤さんに 急用だ と 伝えて いただけませんか。
• 3. Menitipkan Permintaan Kontak Balik:
Bila meminta tolong agar orang itu menelepon Anda kembali, gunakan kutipan langsung persis dengan bentuk sopan: 「後で 電話を ください」と 伝えて いただけませんか.
💬 Contoh Percakapan Kontekstual
📚 Contoh Kalimat Lengkap
/ 6 Pola
Daftar Kosakata
76 Kata